Artikel cuci darah
Cuci darah atau
Hemodialisis adalah suatu proses penyaringan darah yang dilakukan oleh
mesin.Cuci darah biasanya dilakukan pada penderita yang mengalami gagal ginjal.
Jadi proses Cuci darah itu dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjalyang sudah
rusak.Fungsiginjal yang utama adalah menyaring darah kotor atau darah yang
sudah tercampur oleh sisa metabolisme tubuh. Hasil dari saringan tadi
dikeluarkan melalui urine atau air seni.Sedangkan darah yang sudah bersih
setelah disaring tadi dikembalikan ke tubuh. Bila ginjal tadirusak, otomatis
sisa metabolisme dan air tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan bila
mencapaikadar tertentu sisa metabolisme itu dapat meracuni tubuh sampai
mengakibatkan kerusakanjaringan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Jadi
kalau sudah mengalami gagal ginjalatau ginjalnya rusak diperlukan proses Cuci
darah tadi.Pada cuci darah ini fungsi ginjal digantikan oleh mesin, darah yang
berasal dari pembuluh darahdimasukkan ke dalam selang kecil yang terhubung
dengan mesin tadi atau disebut Dializer.Didalam Dializer ini darah akan
mengalami penyaringan yang dilakukan oleh membran, sampahhasil saringan ini
akan dicampur dengan larutan yang disebut dialisat, dan dibuang
untukselanjutnya diganti dengan cairan dialisat yang baru. Kemudian darah yang
sudah disaring danbersih dimasukkan ke dalam tubuh kembali. Meskipun proses ini
mempunyai fungsi sepertiginjal tetapi hanya bisa menggantikan fungsi ginjal
normal sebesar 10 % saja.Untuk gagal ginjal akut, biasanya dilakukan cuci darah
sambil menunggu perbaikan fungsiginjalnya, sedangkan untuk gagal ginjal kronik,
harus dilakukan terus menerus, biasanya 3 kaliseminggu dan setiap kali proses
berlangsung sekitar 3-5 jam. Yang harus dipikirkan adalahbiayanya yang cukup
besar dan mempunyai efek samping yang cukup banyak seperti tekanandarah rendah,
pembekuan darah, infeksi, sakit kepala, mual, muntah, anemia, kram otot,
dandetak jantung tidak teratur. Alternatif lain bagi penderita gagal ginjal
kronik adalah melakukancangkok ginjal apabila tidak ingin melakukan cuci darah
terus menerus, tetapi prosespencangkokan ginjal ini sangat rumit sekali dan
yang pasti memakan biaya yang besar sekali,karena itu sayangilah ginjal anda
dan jagalah selalu agar tetap sehat.
Cuci darah atau dialisis merupakan suatu proses yang dilakukan untuk
mengganti tugas ginjal yang sehat.Seperti
yang telah kita ketahui, ginjal berperan vital bagi tubuh yaitu berfungsi untuk
menyaring danmembuang sisa-sisa metabolisme dan kelebihan cairan,
menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh sertamenjaga
tekanan darah. Prosedur ini ditempuh saat kerusakan ginjal telah mencapai 85-90
persen atau“Gagal Ginjal Terminal” dimana ginjal tidak dapat lagi
berfungsi seperti sediakala.Ada dua macam
cuci darah, yakni hemodialisis dan dialisis peritoneal. Prinsipnya, pada proses
dialisis,darah akan dialirkan ke luar tubuh dan disaring. Kemudian darah
yang telah disaring dialirkan kembali kedalam
tubuh. Pada hemodialisis, proses penyaringan dilakukan oleh suatu mesin
dialisis yang disebutdengan membran dialisis. Jenis dialisis ini yang banyak
dilakukan di Indonesia. Sedangkan pada dialisisperitoneal, jaringan tubuh
pasien sendiri bagian abdomen (perut) yang digunakan sebagai penyaring.Biasanya
dialisis dilakukan 2-3 kali seminggu selama masing-masing 4-5 jam tiap kali
proses.Cuci darah harus dilakukan secara teratur untuk menghindari efek yang
tidak diinginkan akibat penumpukansisa
metabolime maupun cairan dalam tubuh. Karena hanya bersifat menggantikan fungsi
ginjal, bukanmenyembuhkannya, tindakan dialisis harus dilakukan selama seumur
hidup, kecuali pasien melakukantransplantasi ginjal. Pasien juga perlu mengatur
pola makan dan minumnya untuk keberhasilan terapidialisis. Dengan berpikir
positif dan menjalankan terapi dengan sungguh-sungguh serta mengikuti
segalapetunjuk dokter, bukan tidak mungkin pasien gagal ginjal tetap dapat
menjalani hidup secara normal.
Proses
kerusakan ginjal biasanya makan waktus epuluh tahun atau lebih. Ada beberapa
penyakit yang paling sering menyebabkan kerusakan ginjal progresif, yaitu
kencing manis (diabetes) dan tekanan darahtinggi. Beberapa penyakit lain yang
kemudian bisa berlanjut ke gagal ginjalantara lain adalah penyakit ginjal
polikistik, batu ginjal, infeksi ginjal,glomerulonefritis, kelainan ginjal
akibat obat analgesik dan lupus ginjal.Walaupun saat ini penyakit diabetes
terkontrol baik, dan tekanan darah tinggi juga ringan, ada baiknya hati-hati.
Artinya, jangan lupa minum obat yakni obat kencing manis dan obat tekanan darah
tinggi, mengonsumsi sayur dan buah setiap hari serta berolahraga ringan
atau berjalan cepat selama setengah jam setiap hari.
Alat cuci darah
Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini berasal dari kata haemo
yang berarti darah dan dilisis sendiri merupakan proses pemurnian suatu
sistem koloid dari partikel-partikel bermuatan yang menempel pada permukaan
Pada proses digunakan selaput Semipermeabel. Proses pemisahan ini didasarkan
pada perbedaan laju transport partikel.
Prinsip
dialisis digunakan dalam alat cuci darah bagi penderita gagal ginjal, di mana
fungsi ginjal digantikan oleh dialisator.
Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi
Pengganti Ginjal, yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal,
baik akut maupun kronik. Hemodialisis dapat dikerjakan untuk sementara waktu
(misalnya pada Gagal Ginjal Akut) atau dapat pula untuk seumur hidup (misalnya
pada Gagal Ginjal Kronik).
Hemodialisis
berfungsi membuang produk-produk sisa metabolisme seperti potassium dan urea
dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin ini mampu berfungsi sebagai
ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah rusak kerena penyakitnya,
dengan menggunakan mesin itu selama 24 jam perminggu, penderita dapat
memperpanjang hidupnya sampai batas waktu yang tidak tertentu.
Prinsip
dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi
pada ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Pada
hemodialisis, darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin dialiser
( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat-zat racun
melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis
(dialisat). Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan
tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di
dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Proses
hemodialisis melibatkan difusi solute (zat terlarut) melalui suatu membrane
semipermeable. Molekul zat terlarut (sisa metabolisme) dari kompartemen darah
akan berpindah kedalam kompartemen dialisat setiap saat bila molekul zat
terlarut dapat melewati membran semipermiabel demikian juga sebaliknya. Setelah
dibersihkan, darah dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Mesin
hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah, sistem pengaturan larutan dialisat,
dan sistem monitor. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat
tusukan vaskuler ke alat dializer. Dializer adalah tempat dimana proses HD
berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan
dialisat. Sedangkan tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh
penderita menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita.
Kecepatan dapat di atur biasanya diantara 300-400 ml/menit. Lokasi pompa darah
biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan monitor larutan dialisat.
Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34-39 C sebelum dialirkan kepada
dializer. Suhu larutan dialisat yang terlalu rendah ataupun melebihi suhu tubuh
dapat menimbulkan komplikasi. Sistem monitoring setiap mesin HD sangat penting
untuk menjamin efektifitas proses dialisis dan keselamatan.
Pada
saat proses Hemodialisa, darah kita akan dialirkan
melalui sebuah saringan khusus (Dialiser) yang berfungsi menyaring sampah
metabolisme dan air yang berlebih. Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan kedalam
tubuh. Pengeluaran sampah dan air serta garam berlebih akan membantu tubuh
mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang.
Dialisator tersedia dalam
berbagai jenis ukuran. Dialisator yang ukurannya lebih besar mengalami
peningkatan dalam membran area, dan biasanya akan memindahkan lebih banyak
padatan daripada dialisator yang ukurannya lebih kecil, khususnya dalam tingkat
aliran darah yang tinggi. Kebanyakan jenis dialisator memiliki permukaan
membran area sekitar 0,8 sampai 2,2 meter persegi dan nilai KoA memiliki urutan
dari mulai 500-1500 ml/min. KoA yang dinyatakan dalam satuan ml/min dapat
diperkirakan melalui pembersihan maksimum dari dialisator dalm tekanan darah
yang sangat tinggi dari grafik tingkat alirannya. Secara singkat konsep fisika
yang digunakan dalam hemodialisis adalah konsep fluida bergerak. Syarat fluida
yang ideal yaitu cairan tidak viskous (tidak ada geseran dalam), keadaan tunak
(steady state) atau melalui lintasan tertentu, mengalir secara
stasioner, dan tidak termampatkan (incompressible) serta mengalir dalam
jumlah cairan yang sama besarnya (kontinuitas).

