Jumat, 08 Februari 2013

artikel cuci darah



Artikel cuci darah
Cuci darah atau Hemodialisis adalah suatu proses penyaringan darah yang dilakukan oleh mesin.Cuci darah biasanya dilakukan pada penderita yang mengalami gagal ginjal. Jadi proses Cuci darah itu dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjalyang sudah rusak.Fungsiginjal yang utama adalah menyaring darah kotor atau darah yang sudah tercampur oleh sisa metabolisme tubuh. Hasil dari saringan tadi dikeluarkan melalui urine atau air seni.Sedangkan darah yang sudah bersih setelah disaring tadi dikembalikan ke tubuh. Bila ginjal tadirusak, otomatis sisa metabolisme dan air tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan bila mencapaikadar tertentu sisa metabolisme itu dapat meracuni tubuh sampai mengakibatkan kerusakanjaringan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Jadi kalau sudah mengalami gagal ginjalatau ginjalnya rusak diperlukan proses Cuci darah tadi.Pada cuci darah ini fungsi ginjal digantikan oleh mesin, darah yang berasal dari pembuluh darahdimasukkan ke dalam selang kecil yang terhubung dengan mesin tadi atau disebut Dializer.Didalam Dializer ini darah akan mengalami penyaringan yang dilakukan oleh membran, sampahhasil saringan ini akan dicampur dengan larutan yang disebut dialisat, dan dibuang untukselanjutnya diganti dengan cairan dialisat yang baru. Kemudian darah yang sudah disaring danbersih dimasukkan ke dalam tubuh kembali. Meskipun proses ini mempunyai fungsi sepertiginjal tetapi hanya bisa menggantikan fungsi ginjal normal sebesar 10 % saja.Untuk gagal ginjal akut, biasanya dilakukan cuci darah sambil menunggu perbaikan fungsiginjalnya, sedangkan untuk gagal ginjal kronik, harus dilakukan terus menerus, biasanya 3 kaliseminggu dan setiap kali proses berlangsung sekitar 3-5 jam. Yang harus dipikirkan adalahbiayanya yang cukup besar dan mempunyai efek samping yang cukup banyak seperti tekanandarah rendah, pembekuan darah, infeksi, sakit kepala, mual, muntah, anemia, kram otot, dandetak jantung tidak teratur. Alternatif lain bagi penderita gagal ginjal kronik adalah melakukancangkok ginjal apabila tidak ingin melakukan cuci darah terus menerus, tetapi prosespencangkokan ginjal ini sangat rumit sekali dan yang pasti memakan biaya yang besar sekali,karena itu sayangilah ginjal anda dan jagalah selalu agar tetap sehat.

Cuci darah atau dialisis merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengganti tugas ginjal yang sehat.Seperti yang telah kita ketahui, ginjal berperan vital bagi tubuh yaitu berfungsi untuk menyaring danmembuang sisa-sisa metabolisme dan kelebihan cairan, menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh sertamenjaga tekanan darah. Prosedur ini ditempuh saat kerusakan ginjal telah mencapai 85-90 persen atau“Gagal Ginjal Terminal” dimana ginjal tidak dapat lagi berfungsi seperti sediakala.Ada dua macam cuci darah, yakni hemodialisis dan dialisis peritoneal. Prinsipnya, pada proses dialisis,darah akan dialirkan ke luar tubuh dan disaring. Kemudian darah yang telah disaring dialirkan kembali kedalam tubuh. Pada hemodialisis, proses penyaringan dilakukan oleh suatu mesin dialisis yang disebutdengan membran dialisis. Jenis dialisis ini yang banyak dilakukan di Indonesia. Sedangkan pada dialisisperitoneal, jaringan tubuh pasien sendiri bagian abdomen (perut) yang digunakan sebagai penyaring.Biasanya dialisis dilakukan 2-3 kali seminggu selama masing-masing 4-5 jam tiap kali proses.Cuci darah harus dilakukan secara teratur untuk menghindari efek yang tidak diinginkan akibat penumpukansisa metabolime maupun cairan dalam tubuh. Karena hanya bersifat menggantikan fungsi ginjal, bukanmenyembuhkannya, tindakan dialisis harus dilakukan selama seumur hidup, kecuali pasien melakukantransplantasi ginjal. Pasien juga perlu mengatur pola makan dan minumnya untuk keberhasilan terapidialisis. Dengan berpikir positif dan menjalankan terapi dengan sungguh-sungguh serta mengikuti segalapetunjuk dokter, bukan tidak mungkin pasien gagal ginjal tetap dapat menjalani hidup secara normal.

 Proses kerusakan ginjal biasanya makan waktus epuluh tahun atau lebih. Ada beberapa penyakit yang paling sering menyebabkan kerusakan ginjal progresif, yaitu kencing manis (diabetes) dan tekanan darahtinggi. Beberapa penyakit lain yang kemudian bisa berlanjut ke gagal ginjalantara lain adalah penyakit ginjal polikistik, batu ginjal, infeksi ginjal,glomerulonefritis, kelainan ginjal akibat obat analgesik dan lupus ginjal.Walaupun saat ini penyakit diabetes terkontrol baik, dan tekanan darah tinggi juga ringan, ada baiknya hati-hati. Artinya, jangan lupa minum obat yakni obat kencing manis dan obat tekanan darah tinggi, mengonsumsi sayur dan buah setiap hari serta berolahraga ringan atau berjalan cepat selama setengah jam setiap hari.
Alat cuci darah

Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini berasal dari kata haemo yang berarti darah dan dilisis sendiri merupakan proses pemurnian suatu sistem koloid dari partikel-partikel bermuatan yang menempel pada permukaan Pada proses digunakan selaput Semipermeabel. Proses pemisahan ini didasarkan pada perbedaan laju transport partikel.
Prinsip dialisis digunakan dalam alat cuci darah bagi penderita gagal ginjal, di mana fungsi ginjal digantikan oleh dialisator.

 Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi Pengganti Ginjal, yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik. Hemodialisis dapat dikerjakan untuk sementara waktu (misalnya pada Gagal Ginjal Akut) atau dapat pula untuk seumur hidup (misalnya pada Gagal Ginjal Kronik).

Hemodialisis berfungsi membuang produk-produk sisa metabolisme seperti potassium dan urea dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin ini mampu berfungsi sebagai ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah rusak kerena penyakitnya, dengan menggunakan mesin itu selama 24 jam perminggu, penderita dapat memperpanjang hidupnya sampai batas waktu yang tidak tertentu.

Prinsip dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Pada hemodialisis, darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin dialiser ( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat-zat racun melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis (dialisat). Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Proses hemodialisis melibatkan difusi solute (zat terlarut) melalui suatu membrane semipermeable. Molekul zat terlarut (sisa metabolisme) dari kompartemen darah akan berpindah kedalam kompartemen dialisat setiap saat bila molekul zat terlarut dapat melewati membran semipermiabel demikian juga sebaliknya. Setelah dibersihkan, darah dialirkan kembali ke dalam tubuh.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-G-p9wo3kERis0h26XrhPScwTUOX_n-yyEF4DZU4vPyMhgBs0mwt-nr19IJWy56hXyjhAMii92CLtxLvjPHM7qodkUOudWD5Og7vNhlQyehGCeaUIk4hIqGSm0AveRs8HdNDa971DraI/s400/dialysis.JPG 
dialisis6.jpg



Mesin hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah, sistem pengaturan larutan dialisat, dan sistem monitor. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dializer. Dializer adalah tempat dimana proses HD berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan dialisat. Sedangkan tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita. Kecepatan dapat di atur biasanya diantara 300-400 ml/menit. Lokasi pompa darah biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan monitor larutan dialisat. Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34-39 C sebelum dialirkan kepada dializer. Suhu larutan dialisat yang terlalu rendah ataupun melebihi suhu tubuh dapat menimbulkan komplikasi. Sistem monitoring setiap mesin HD sangat penting untuk menjamin efektifitas proses dialisis dan keselamatan.


Pada saat proses Hemodialisa, darah kita akan dialirkan melalui sebuah saringan khusus (Dialiser) yang berfungsi menyaring sampah metabolisme dan air yang berlebih. Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan kedalam tubuh. Pengeluaran sampah dan air serta garam berlebih akan membantu tubuh mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang.
Dialisator tersedia dalam berbagai jenis ukuran. Dialisator yang ukurannya lebih besar mengalami peningkatan dalam membran area, dan biasanya akan memindahkan lebih banyak padatan daripada dialisator yang ukurannya lebih kecil, khususnya dalam tingkat aliran darah yang tinggi. Kebanyakan jenis dialisator memiliki permukaan membran area sekitar 0,8 sampai 2,2 meter persegi dan nilai KoA memiliki urutan dari mulai 500-1500 ml/min. KoA yang dinyatakan dalam satuan ml/min dapat diperkirakan melalui pembersihan maksimum dari dialisator dalm tekanan darah yang sangat tinggi dari grafik tingkat alirannya. Secara singkat konsep fisika yang digunakan dalam hemodialisis adalah konsep fluida bergerak. Syarat fluida yang ideal yaitu cairan tidak viskous (tidak ada geseran dalam), keadaan tunak (steady state) atau melalui lintasan tertentu, mengalir secara stasioner, dan tidak termampatkan (incompressible) serta mengalir dalam jumlah cairan yang sama besarnya (kontinuitas).

1 komentar:

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.